29 Kata2 Mutiara Terbaik dari Raden Adjeng Kartini

kartini-sekolah

Photo: Ibu guru Kartini bersama murid2nya (via Juragan Cipir)

Dalam rangka menyambut hari lahirnya tokoh emansipasi wanita Indonesia,  R.A Kartini (1879-1904), dibawah ini kami kumpulkan kata2 bijak yang sangat inspiratif dari beliau.

Melalui Tempo.

Hari Kartini mulai diperingati pada 21 April setelah ditetapkan oleh Presiden Soekarno dengan surat Keputusan Presiden Republik Indonesia No. 108 Tahun 1964 tertanggal 2 Mei 1964. Lewat surat itu, Kartini ditetapkan sebagai Pahlawan Kemerdekaan Nasional dan sekaligus menetapkan hari lahirnya, yaitu tanggal 21 April, diperingati setiap tahun sebagai hari besar.

Walaupun R.A. Kartini diharuskan berhenti sekolah oleh ayahnya, beliau tidak pernah patah semangat, malahan berhasil mendidik dirinya sendiri sehingga pemikirannya sudah jauh kedepan.

“Door Duisternis, Tot Licht-Habis Gelap,Terbitlah Terang”

Ternyata kata inspirasi diatas hanyalah satu dari beberapa kata2 bijak dari beliau. Masih banyak yang lain yang mungkin tidak terlalu terkenal dibandingkan ini.

Tema dari kata2 bijak beliau berkisar pada perberbuatan baik, wanita, dan agama.

Simaklah kata2 bijak dibawah ini.

1. “Teruslah bermimpi, teruslah bermimpi, bermimpilah selama engkau dapat bermimpi! Bila tiada bermimpi, apakah jadinya hidup! Kehidupan yang sebenarnya kejam.”

R.A. Kartini Quote 2

2. “Gadis yang pikirannya sudah dicerdaskan, pemandangannya sudah diperluas, tidak akan sanggup lagi hidup di dalam dunia nenek moyangnya.”

3. “Tidak ada sesuatu yang lebih menyenangkan, selain menimbulkan senyum di wajah orang lain, terutama wajah yang kita cintai.”

4. Barangsiapa tidak berani, dia tidak bakal menang, itulah semboyanku! Maju! Semua harus dimulai dengan berani! Pemberani-pemberani memenangkan tiga perempat dunia!”

5. “Cita-cita itu ialah memperindah martabat manusia, memuliakannya, mendekatkan pada Kesempurnaan.”

Kartini quote 3

6. “Perkembangan intelektual masih belum merupakan surat ijazah untuk kesusilaan.”

7. “Dan siapakah yang lebih banyak berusaha memajukan kesejahteraan budi itu.. Siapakah yang dapat membantu mempertinggi derajat budi manusia, ialah Wanita, Ibu.. Karena haribaan Ibu, itulah manusia mendapatkan didikannya yang mula mula sekali.”

8. “Bagi saya hanya ada dua keningratan; keningratan pikiran dan keningratan budi.”

9. “Agama memang menjauhkan kita dari dosa tapi, berapa banyak dosa yang kita lakukan atas nama agama?”

10. “Pergilah, laksanakan cita2mu. Bekerjalah untuk hari depan. Bekerjalah untuk kebahagiaan beribu-ribu orang yang tertindas. Dibawah hokum yang tidak adil dan paham-paham palsu tentang mana yang baik dan mana yang jahat. Pergi! Pergilah! Berjuang dan menderitalah, tetapi bekerja untuk kepentingan yang abadi.”

11. “Banyak hal yang bisa menjatuhkanmu. Tapi satu- satunya hal yang benar – benar dapat menjatuhkanmu adalah sikapmu sendiri.”

12. “Kecerdasan pemikiran Bumiputera tidak akan maju jika perempuan ketinggalan dalam usaha itu. Perempuan adalah pembawa peradaban.”

13. “Terkadang kesulitan harus kamu rasakan terlebih dulu sebelum kebahagiaan yang sempurna dating kepadamu.”

14. “Jangan mengeluhkan hal – hal buruk yang datang dalam hidupmu. Tuhan tak pernah memberikannya, kamulah yang membiarkannya datang.”

15. “Saat membicarakan orang lain Anda boleh saja menambahkan bumbu, tapi pastikan bumbu yg baik.”

16. “Tahukah engkau semboyanku? Aku mau! 2 patah kata yang ringkas itu sudah beberapa kali mendukung dan membawa aku melintasi gunung keberatan dan kesusahan. Kata Aku tiada dapat! melenyapkan rasa berani. Kalimat Aku mau! membuat kita mudah mendaki puncak gunung.”

17. “Lebih banyak kita maklum, lebih kurang rasa dendam dalam hati kita. Semakin adil pertimbangan kita dan semakin kokoh dasar rasa kasih sayang. Tiada mendendam, itulah bahagia.”

18. “Ikhtiar! Berjuanglah membebaskan diri. Jika engkau sudah bebas karena ikhtiarmu itu, barulah dapat engkau tolong orang lain.”

19. “Jangan pernah menyerah jika kamu masih ingin mencoba. Jangan biarkan penyesalan datang karena kamu selangkah lagi untuk menang.”

20. “Tetapi sekarang ini, kami tiada mencari penglipur hati pada manusia. Kami berpegangan teguh-teguh pada tangan-Nya. Maka hari gelap gulita pun menjadi terang, dan angin ribut pun menjadi sepoi-sepoi.”

21. “Salah satu daripada cita – cita yang hendak kusebarkan ialah: Hormatilah segala yang hidup, hak-haknya, perasaannya, baik tidak terpaksa baik pun karena terpaksa. Haruslah juga segan menyakiti mahkluk lain, sedikitpun jangan sampai menyakitinya. Segenap cita – citanya kita hendaklah menjaga sedapat – dapat yang kita usahakan. Supaya semasa mahkluk itu terhindar dari penderitaan, dan dengan jalan demikian menolong memperbagus hidupnya: Dan lagi ada pula suatu kewajiban yang tinggi murni, yaitu terima kasih namanya.”

22. “Karena ada bunga mati, maka banyaklah buah yang tumbuh. Demikianlah pula dalam hidup manusia. Karena ada angan – angan muda mati, kadang – kadang timbullah angan – angan lain, yang lebih sempurna, yang boleh menjadikannya buah.”

23. “Sepanjang hemat kami, agama yang paling indah dan paling suci ialah Kasih Sayang. Dan untuk dapat hidup menurut perintah luhur ini, haruskah seorang mutlak menjadi Kristen? Orang Buddha, Brahma, Yahudi, Islam, bahkan orang kafir pun dapat hidup dengan kasih sayang yang murni.” (dalam salah satu kalimat isi suratnya kepada sahabatnya Ny. Abendanon di Belanda, 14 Desember, 1902)

Kalau ingin mengetahui lebih lanjut potongan surat-surat Kartini, bisa dibaca disini.

24. “Dan biarpun saya tiada beruntung sampai ke ujung jalan itu, meskipun patah di tengah jalan, saya akan mati dengan rasa berbahagia, karena jalannya sudah terbuka dan saya ada turut membantu mengadakan jalan yang menuju ke tempat perempuan Bumiputra merdeka dan berdiri sendiri.”

25. “Tak peduli seberapa keras kamu mencoba, kamu tidak akan pernah bisa menyangkal apa yang kamu rasa. Jika kamu memang berharga di mata seseorang, tidak ada alasan baginya untuk mencari seorang yang lebih baik darimu.”

26. “Saat suatu hubungan berakhir, bukan berarti dua orang berhenti saling mencintai. Mereka hanya berhenti saling menyakiti.”

27. “Adakah yang lebih hina, daripada bergantung kepada orang lain?”

28. “Salah satu daripada cita-cita yang hendak kusebarkan ialah: Hormatilah segala yang hidup, hak-haknya, perasaannya, baik tidak terpaksa baik pun karena terpaksa. Haruslah juga segan menyakiti mahkluk lain, sedikitpun jangan sampai menyakitinya. Segenap cita-citanya kita hendaklah menjaga sedapat – dapat yang kita usahakan. Supaya semasa mahkluk itu terhindar dari penderitaan, dan dengan jalan demikian menolong memperbagus hidupnya: Dan lagi ada pula suatu kewajiban yang tinggi murni, yaitu “terima kasih” namanya.”

29. “Karena ada bunga mati, maka banyaklah buah yang tumbuh. Demikianlah pula dalam hidup manusia. Karena ada angan-angan muda mati, kadang-kadang timbullah angan-angan lain, yang lebih sempurna, yang boleh menjadikannya buah.”

Ada lagi mungkin kata2 mutiara yang anda sukai, yang mungkin tidak tertulis oleh kami disini. Silakan share dibawah.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s